Kamis, 25 Juli 2013

Anak berkebutuhan khusus atau hanya perlu dorongan dan kesabaran untuk berkembang

Assalamualaikum wr wb
Ternyata susah susah gampang membuat blog sendiri, tapi walaupun baru saya merasakan manfaat nya, ya itung itung untuk menulis demi kepentingan pribadi sukur sukur dapat komen yang membangun.

Alasan saya membuat blog ini adalah untuk sharing terutama tentang pendidikan anak dalam keluarga. Bagaimana  cara kita menyikapi hidup sebagai seorang ibu dan tentu saja sebagai seorang istri.

Berbagi pengalaman tentang anak saya yang pertama, dia bernama Bintang. Umurnya sekarang 5,5 tahun dan duduk di TK B. Saya hanya ingin berbagi pengalaman bagaimana dia sewaktu kecil sampai saya harus memutuskan untuk memberikan kehidupan saya yang dulu banyak ambisi menjadi "hanya" seorang ibu bagi anak anak saya.

Bintang lahir secara normal dengan bb 3,4 kilo. Badannya begitu bersih dengan muka yang rupawan kalo boleh saya bilang ; ). Seiring dengan perkembangannya, ada sesuatu yang menurut saya agak berbeda. Setiap dipanggil namanya, dia tidak respon dan hanya bisa berteriak saja. Bahkan sampai umur 2 th dia belum bisa membuat kalimat sepenggal pun, apa yang dia rasakan dan inginkan. Hal ini membuat saya khawatir sebab selain itu dia belum bisa bergaul dengan teman sebaya nya.

Saya membicarakannya dengan suami saya dan memutuskan bahwa Bintang perlu bantuan. Ketika umur 18 bulan saya sudah memutuskan memberikan Bintang bantuan dengan memasukkannya ke terapi di sebuah hospital tumbuh kembang anak atas saran seorang dokter. Akhirnya tibalah waktu assesment atau penilaian/pemeriksaan awal atas diri Bintang. Memang ada yang aneh sebab dia tidak merespon sama sekali apa yang dokter minta lakukan kepada anak saya. Dari menyusun balok, menyamakan gambar sampai tanya jawab sederhana, dia tidak merespon sama sekali alias mainan seenaknya sendiri. Akhirnya dokter menyarankan bintang membutuhkan terapi namun sang dokter tidak memvonis apakah bintang mengidap autis atau adhd. Saya juga baru tahu tentang anak berkebutuhan khusus dengan search di internet mengingat Bintang mempunyai ciri yang hampir sama dengan "HAL ITU".
Terapi pertama kali yang di berikan yaitu Snoezelen dan Sensori Integrasi. Dokter pernah mengingatkan bahwa Bintang belum di tetapkan sebagai anak berkebutuhan khusus atau tidak, hanya dia mempunyai masalah konsentrasi atau kurang fokus sehingga diberikan terapi yang dibutuhkan. Tapi bagi saya sama saja, mengetahui Bintang harus di terapi saja sudah membuat saya begitu sedih dan kasihan padanya.
BAyangkan saya menangis terus selama berhari-hari memikirkan bagaimana masa depannya, pergaulannya, sekolahnya atau apa-apanya nanti.
Inilah awal dari kehidupan saya menjadi seorang ibu baru dan akhirnya saya memutuskan untuk memberikan semua waktu, pikiran dan tenaga saya untuk Bintang tercinta. Persetan dengan semua impian saya menjadi seorang wanita karir, bekerja di perusahaan bonafid atau apa saja namanya yang bisa mendongkrak status saya sebagai seorang wanita dengan pendidikan tinggi nya di lingkungan baik keluarga maupun masyarakat sekitar. Yang terpenting adalah anak saya, saya ingin mendidik dia dengan tangan saya sendiri, dengan segenap kemampuan yang saya miliki, saya memutuskan menjadi IBU RUMAH TANGGA.

Setiap menceritakan atau mengingat  hal ini, saya menangis. Saya waktu itu sendiri, jauh dari orang tua dan baru saja menjadi ibu, tetapi saya sudah harus mengalami hal seperti ini. Saya bersyukur mempunyai seorang suami yang selalu memberikan harapan dan dorongan untuk saya setiap waktu.Suami saya setuju dan memang menyarankan bahwa saat itu Bintang adalah yang terpenting bagi hidup kami.

Pertama kali Bintang menjalani terapi selama 2 kali seminggu di RS tersebut dan setiap masuk ruang terapi saya begitu terenyuh melihat dia hanya berteriak teriak saja sambil melihat saya yang berdiri di luar lewat jendela. Begitulah, terapi demi terapi saya jalani. Mungkin cerita mengenai terapi yang Bintang jalani akan saya ceritakan sendiri di entri yang lain saja, sebab panjaaaaaaaaang sekali storynya. He...he...he...

Tujuan saya sharing di entri ini adalah memberikan info kepada para ibu bahwasanya apapun yang terjadi pada anak kita, kita sebagai orang tua harus punya feeling dan kedekatan teruatama emosional thd anak  kita. Bintang saya terapi dari umur 18 bulan sampai 3 tahun, dan alhamdulillah sekali, begitu banyak kemajuan yang dia alami seiring dengan terapi yang dia jalani. Dia mulai mengucapkata, memanggil, bergaul dan kegiatan2 lain yang sama dengan teman sebayanya. Ada satu hal lagi yang banyak membantu perkembangannya dia, yaitu kasih sayang dan waktu yang saya curahkan sepenuhnya untuk Bintang, sebab terapi hanya bisa mengevaluasi keseharian yang telah dia jalani dan hari hari itu adalah bersama saya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika saya tidak di sisinya.

Sampai terapi saya hentikan, dokter tidak menyatakan bahwa dia termasuk anak berkebutuhan khusus tetapi bagi saya sama saja sebab bintang ada sedikit gangguan konsentrasi dan perlu banyak puzzle untuk mengurangi gangguan tersebut.

Sekarang Bintang sudah duduk di TK B, pintar mewarnai sebab kata gurunya rapi sekali mewarnainya, pintar menyanyi, suka bermain kejar kejaran, berantem dengan adeknya, suka motong pembicaraan orang tuanya, tukang ngadu atas kenakalan adeknya, senang membantu pekerjaan rumah dan masih banyak lagi

Hal yang membuat saya bangga sekali padanya ternyata Bintang mudah sekali mengingat hafalan Surah Al Qur'an. Bayangkan, Iqro' 6 sudah hampir tamat dan hafalan surahnya di juz 30 sudah lebih dari 10 surah dan masih akan dan harus bertambah lagi. Satu lagi yang patut saya syukuri, itu semua saya yang mengajarkan dan agar memudahkan dia nanti kalo mengaji di luar rumah, sampai detik ini saya tetap berupaya yang terbaik untuk anak-anak saya dan perjuangan saya sepertinya masih cukup panjang sebab Al Fatih (adeknya Bintang) sudah mulai senang menghafal Surah Al Quran ngikutin kakak nya juga. Saya juga masih harus mengajarkan anak kedua saya hal hal baru sebab saat ini umur 2 tahun, Al fatih sedang nakal nakalnya dengan segala keingintahuan nya dan keisengannya suka mengganggu sang kakak.

Demikian entri saya, saya akan melanjutkan lagi dengan tema lain kapan-kapan. Anak2 saya mulai berantem lagi tuh...
Wassalamulaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar